Selasa, 01 Oktober 2013

Analis Penawaran Kacang Kedelai Berdasarkan Studi Kasus di Lapangan



Analis Penawaran Kacang Kedelai Berdasarkan Studi Kasus di Lapangan


KACANG KEDELAI








I.      Pendahuluan


Kedelai,atau kacang kedelai,adalah salah satu tanaman polng-polong yang menjadi bahan dasar banyak makan dari asia timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di asia timur.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat.
Produk olahan kedelai bervariasi. Indonesia sendiri merupakan konsumen tertinggi produk-produk olahan kacang kedelai. Kedelai menjadi sumber utama protein nabati karna dengan mengonsusinya tubuh akan terlindungi dari pengaruh buruk radikal bebas.
Namun sekarang untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia harus mengimpor sebagaian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karna fungsi penawaran akan produk kedelai begitu tinggi.


II.            Rumusan Masalah


1.    Berapa harga kedelai saat ini ?
2.    Apakah produksi tahu terpengaruh oleh kenaikan harga kacang kedelai dan bagaimana  menurut pendapat Anda atas kenaikan ini ?
3.    Bagaimana penndapat Anda selaku pedagang kedelai mengenai laju naiknya kacang ini ?


III.           Bab 1

Setelah melakukan studi kasus di pasar Cileunyi Sehat dan mewancaraai pedagang setempat kami memperoleh informasi mengenai kedelai dan varian produknya di mana harga kedelai mengalami kenaikan yang signifikan dari Rp 9.000,00 menjadi Rp 11.000,00 sedangkan menurut pedagang varian produk berupa tahu mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai sangat mempengaruhi penjual dan hasil didapatkan.
Harga yang terbentuk dari varian produk tahu akibat kenaikan harga kedelai mengakbatkan perubahan harga tahu yang tadinya Rp 6.000,00 naik ke arah Rp 9.000,00. Menurut Pedagang kedalai naiknya harga tersebut tidak terlalu mempengaruhi permintaan konsumen.


IV.        Bab II


Dengan adanya kenaikan harga bahan baku produksi tahu mengalami keterhambatan dan penurunan jumlah tahu yang diproduksi. Untuk mengakali hal ini penjual menaikan harga dan memperkecil size tahu dengan harga yang sama. “Kami mengalami kerugian jika tahu yang kami jual tidak laku karna terlalu mahalnya harga” ucap tegas kang Abdul pedagang tahu. “dua hari yang lalu kami melakukan orasi dengankawan-kawan penjal tahu yang tujuannya untuk menurunkan harga tahu dari produsen utama,dan kami mengalami kerugian akibat dari kami tidak berjualan” diteruskannya.
Permintaan akan tahu semakin menurun dengan mandet dan langkanya bahan baku produksi sehinnga penjual tahu harus gigit jari dalm mengikuti arus perubahan.

V.     Bab III

“Bagi pedagang retail seperti kami kenaikan harga kedelai tidak berpengaruh besar terhadap pendapatan dagang yang kami dapat,soalnya para konsumen hanya membeli kedelai dalam skala kecil seperti ¼ kg atau yang paling besarnya 1 kg. Konsumen membeli kedelai biasanya untuk membuat bubur atua makanan ringan lainnya” ucap(.............) pedagang retail kedelai. “yang terkena imbas dari kenaikan ini adalah para produsen industri besar yang menggunakan bahan baku kedelai dan memerlukan jumlah serta sekala yang besar akan kebutuhan bahan baku dasar produksi, Kami pedagang retail hana dijatahkan 10kg per pedagang”.diteruskannya.



VI. Bab IV


Analisis Produk
Kedelai merupakan sumber protein nabati yang tinggi serta sumber lemak,vitamin,dan mineral yang sering dikonsumsi masyarakat indonesia. Seperti sumedang yang terkenal sebagai tempat produksi tahu yang berbahan dasar kedelai. Hal ini menyebabkan produksi tahu disumedang menjadi terhambat karna langkanya bahan baku yang didatangkan(impor) dari luar negeri seprti Amerika. Amerika sendiri mengalami musim panas yang panjang dan menyebabkan kekeringan sehingga banyak panen yang gagal. Imbasnya para produsen tahu sumedang  memperkecil ukukuran tahu dengan maksud untuk menekan budget.kelangkaan bahan baku ini menyebabkan harga kacang kedelai terus naik,dari sebelumnya Rp 5.550 kini menjadi Rp 6.600 per kilogram dan sekarang menjadi Rp 11.000,00.kenaikan yang begitu tinggi.
penawaaran yang dilakukan pedagang yang mengambil bahan baku sangat berhati-hati,terutama dalam menuntukan harga,sebab mereka memikirkan produk yang ia keluarkan seprti tahu contohnya. Mereka takut apabila mengambil bahan baku yang terlalu banyak dalam proses produksi yang berimbas pada kerugian dikarnakan harga kedelai mahal.
Jadi dalam kajiannya permintaan dan penawaran kedelai mengalaimi penurunan yang diakibatkan adanya kelangkaan bahan baku.



Daftar pustaka







.